Keuskupan Palembang
Agenda Bulan Ini
Tgl 18-21 Februari 2014

Pertemuan Para Imam Diosesan Di Sindang, Curup


3-4 Februari 2014

Rapat Dewan Imam KAPal


Sabtu tgl 25 Januari 2014

Pentahbisan Diakon di Seminari Menengah St. Paulus Palembang jam 17.00


Tgl 20-24 Januari 2014

Bapa Uskup mengikuti Rapat Presidium KWI di jakarta


Minggu, 23 Juni 2013

Pemberkatan Kapel di Sungai Lilin Paroki St. Stephanus Palembang


Galeri Foto
Pencarian Data
Statistik Pengunjung
   44497
Info
Jika ada data dan gambar yang ingin dipublish, bisa dikirimkan ke : sekpaskapal09@gmail.com

Artikel - Info Update

Maria Tetap Perawan Selamanya | 16 Juni 2011 09:21:21 WIB


SP Maria Perawan SelamanyaAdalah benar bahwa Maria tetap perawan sepanjang hidupnya dan tidak memiliki anak lain kecuali Yesus. Yesus dikandung dari Kuasa Roh Kudus dalam rahim Perawan Maria yang suci dan tak bernoda. Umat Katolik percaya bahwa Maria tetap perawan sepanjang hidupnya di dunia, tetapi sebagian besar orang Protestan berpendapat bahwa Maria mempunyai anak-anak lain selain Yesus. Kerumitan mengenai masalah tersebut timbul karena adanya kurang lebih 10 ayat dalam Perjanjian Baru di mana digunakan istilah "saudara laki-laki" dan "saudara perempuan" Yesus (misalnya saja dalam Matius 13:55, Markus 3:31-34, Lukas 8:19-20).

Dalam ayat-ayat Injil tersebut, istilah "saudara laki-laki dan saudara perempuan" diterjemahkan dari bahasa Yunani adelphos, adelphe atau adelphoi. Dalam bahasa Yunani istilah tersebut berarti saudara sepupu atau sanak saudara, yaitu mereka semua yang termasuk sanak saudara karena hubungan pernikahan atau hukum, meskipun bukan hubungan langsung. Persoalannya ialah bahasa Ibrani dan bahasa Aram, yaitu bahasa yang digunakan oleh Kristus dan murid-murid-Nya, tidak memiliki istilah khusus untuk menyebut saudara sepupu atau sanak saudara, jadi digunakan istilah "saudara laki-laki" dan "saudara perempuan". Suatu informasi kecil yang menarik dan amat penting artinya untuk membuktikan bahwa Yesus tidak memiliki saudara dan saudari kandung. Beberapa orang Rasul, St. Yudas Tadeus dan St. Yakobus, adalah saudara Yesus juga, tetapi mereka adalah saudara sepupu.

Suatu bukti lain yang menguatkan bahwa Yesus tidak memiliki saudara dan saudari kandung tampak dari ayat-ayat Kitab Suci yang mengisahkan saat-saat menjelang ajal-Nya:

Yohanes 19:25-27 "Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya."

Jika saja benar bahwa Yesus memiliki saudara dan saudari kandung, maka sesuai adat orang Yahudi, tentulah Yesus menyerahkan pemeliharaan ibu-Nya kepada mereka. Tetapi yang terjadi ialah Yesus menyerahkan bunda-Nya kepada  St. Yohanes Rasul, yang sama sekali tidak ada hubungan darah dengan-Nya. Ini adalah suatu bukti nyata bahwa Yesus tidak memiliki saudara kandung, baik laki-laki maupun perempuan. Karena jika ada saudara dan saudari kandung-Nya, tentulah Yesus meminta mereka untuk merawat bunda-Nya setelah Ia wafat.

Kemurnian amatlah penting artinya bagi Maria. St. Yosef juga menghormati prinsip Maria tersebut sepanjang hidup berkeluarga dengan Maria. St. Maria dan St. Yosef hidup dalam cinta kasih yang tulus suci sebagai saudara. Keduanya adalah teladan kesucian dan kemurnian yang mengagumkan. Kita perlu lebih sering memohon pada mereka untuk menjadi pendoa bagi kita terutama dalam melewati masa remaja kita yang penuh dengan berbagai cobaan dan tantangan agar senantiasa mampu menjaga kemurnian kita masing-masing.  

sumber : In Defense of the Blessed Virgin Mary; www.qni.com/~catholic/defense.htm
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya

Copyright by keuskupan-palembang.or.id